Minggu, 11 Mei 2014

Kanker Payudara


Kanker payudara (Carcinoma mammae) dalam bahasa inggrisnya disebut breast cancer  merupakan kanker pada jaringan payudara. Kanker ini paling umum menyerang wanita, walaupun laki-laki juga punya potensi terkena akan tetapi kemungkinan sangat kecil dengan perbandingan 1 diantara 1000.
Kanker ini terjadi karena pada kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali, atau kanker payudara sering didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma.
Penyakit ini diklasifikasikan   Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam urutan 17.
Gejala secara klinis kanker payudara dapat berupa:
1)      Benjolan pada payudara
Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.
2)      Erosi atau eksema puting susu
http://kapsulsirsak.files.wordpress.com/2011/08/breast-cancer1.jpg?w=600 Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d’orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. Ciri-ciri lainnya antara lain: rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul apabila tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang. Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh (Handoyo, 1990).
Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut
  • terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara);
  • adanya nodul satelit pada kulit payudara;
  • kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa;
  • terdapat model parasternal;
  • terdapat nodul supraklavikula;
  • adanya edema lengan;
  • adanya metastase jauh;
  • serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.
3)      Keluarnya cairan (Nipple discharge)
Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari puting susu secara spontan dan tidak normal. Cairan yang keluar disebut normal apabila terjadi pada wanita yang hamil, menyusui dan pemakai pil kontrasepsi. Seorang wanita harus waspada apabila dari puting susu keluar cairan berdarah cairan encer dengan warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa harus memijit puting susu, berlangsung terus menerus, hanya pada satu payudara (unilateral), dan cairan selain air susu.
Ada beberapa pengobatan kanker payudara secara klinis medis yang penerapannya banyak tergantung pada stadium klinik penyakit (Tjindarbumi, 1994), yaitu:
1.      Mastektomi
Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Ada 3 jenis mastektomi (Hirshaut & Pressman, 1992):
  • Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.
  • Total (Simple) Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.
  • Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Biasanya disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.
2.      Radiasi
Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi (Denton, 1996). Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.
3.      Kemoterapi
Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker atau sitokina dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker melalui mekanisme kemotaksis. Tidak hanya sel kanker pada payudara, tapi juga di seluruh tubuh (Denton, 1996). Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.

4.      Lintasan metabolisme
Asam bifosfonat merupakan senyawa penghambat aktivitas osteoklas dan resorpsi tulang yang sering digunakan untuk melawan osteoporosis yang diinduksi oleh ovarian suppression, hiperkalsemia dan kelainan metabolisme tulang, menunjukkan efektivitas untuk menurunkan metastasis sel kanker payudara menuju tulang.Walaupun pada umumnya asupan asam bifosfonat dapat ditoleransi tubuh, penggunaan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping seperti osteonekrosis dan turunnya fungsi ginjal.
CT dapat menginduksi sel kanker payudara untuk memproduksi cAMP dan menghambat perkembangan sel kanker.[19] Molekul cAMP tersebut terbentuk dari ekspresi pencerap CT yang terhubung adenylate cyclase oleh paling tidak satu buah guanine nucleotide-binding protein. Respon cAMP terhadap CT dapat menurun ketika sel terinkubasi senyawa mitogenik berupa 17beta-estradiol dan EGF; dan meningkat seiring inkubasi senyawa penghambat pertumbuhan seperti tamoxifen dan 1,25(OH)2D3; serta oligonukleotida dan proto-onkogen c-myc. Namun penggunaan tamoxifen meningkatkan risiko terjadi polip endometrial, hiperplasia dan kanker, melalui mekanisme adrenomedulin.
Respon berupa produksi cAMP yang kuat, tidak ditemukan pada senyawa selain CT. Senyawa efektor adenylate cyclase seperti forskolin dan senyawa beta-adrenergic receptor agonist seperti isoproterenol hanya menghasilkan sedikit produksi cAMP.
Pada sel MDA-MB-231, CT akan menginduksi fosforilasi c-Raf pada serina posisi ke 259 melalui lintasan protein kinase A dan menyebabkan terhambatnya fosforilasi ERK1/2 yang diperlukan bagi kelangsungan hidup sel MDA-MB-231,[21] dan menghambat ekspresi mRNA uPA yang diperlukan sel MDA-MB-231 untuk invasi dan metastasis. Walaupun demikian kalsitonin tidak mempunyai efek yang signifan untuk menghambat proliferasi sel MCF-7. Apoptosis sel MDA-MB-231 juga diinduksi oleh asam lipoat yang menghambat fosforilasi Akt dan mRNA AKT, aktivitas Bcl-2 dan protein Bax, MMP-9 dan MMP-2,  serta meningkatkan aktivitas kaspase-3.
Pada prinsipnya, strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu pencegahan pada lingkungan, pada pejamu, dan milestone. Hampir setiap epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. Begitu pula pada kanker payudara, pencegahan yang dilakukan antara lain berupa:
ü  Pencegahan primer
Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang “sehat” melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor risiko terkena kanker payudara.



ü  Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Karena itu, skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lai
  • Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey.
  • Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahu.
  • Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun.
Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%, bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%
ü  Pencegahan tertier   
Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif.


Kanker Serviks


Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Perawatan termasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadium akhir penyakit.
Gejala kanker serviks seringkali disalah artikan oleh wanita sebagai rasa sakit akibat menstruasi atau ovulasi. Hal ini menyebabkan deteksi kanker serviks menyadi lebih sulit hingga baru diketahui pada tahap lebih lanjut. Meski begitu, ada beberapa gejala tersembunyi kanker serviks yang harus diketahui oleh semua wanita, seperti dilansir oleh Health Me Up (02/01).
1. Pendarahan tak normal
Wanita yang memiliki kanker serviks biasanya mengalami pendarahan yang tak normal pada bagian vagina. Dalam sebulan, pendarahan bisa jadi parah atau hanya sedikit.
2. Keputihan parah
Gejala kanker serviks lainnya adalah terjadinya keputihan yang cukup parah. Hal ini tentu saja berbeda bagi tiap wanita. Beberapa bisa mengalami keputihan yang berbau tak sedap, tebal, atau sangat berlendir. Jika Anda mendapati keputihan yang tak biasa sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.
3. Nyeri panggul
Seseorang bisa saja mengalami nyeri panggul saat mengalami menstruasi. Hal ini normal. Namun Anda harus waspada jika nyeri panggul terjadi di saat-saat lainnya. Wanita yang memiliki kanker serviks biasa mengalami nyeri panggul selama berjam-jam. Rasa sakit sakit bisa berupa nyeri yang tajam, ringan, atau sangat parah.
4. Nyeri saat buang air kecil
Merasa sakit dan nyeri saat buang air kecil bisa dirasakan penderita kanker serviks stadium lanjut. Hal ini biasa terjadi jika kanker serviks telah menyebar ke kandung kemih.
5. Pendarahan saat tidak menstruasi, setelah seks, atau saat pemeriksaan panggul
Terjadinya pendarahan saat berhubungan seks atau pemeriksaan panggul adalah salah satu gejala kanker serviks. Hal ini disebabkan oleh iritasi pada leher rahim selama beraktivitas. Meski begitu, ada banyak hal yang bisa menyebabkan pendarahan setelah aktivitas atau seks pada wanita.
Jika mendapati tanda-tanda di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Kanker serviks bisa disembuhkan jika dideteksi dan dirawat lebih awal
Banyak orang yang percaya bahwa kanker serviks tak bisa dicegah. Padahal ada banyak cara untuk mencegahnya, termasuk lima cara yang bisa dilakukan, berikut ini.
1. Melakukan tes papsmear secara teratur
Melakukan tes papsmear secara teratur akan membantu Anda mengetahui risiko terkena kanker serviks. Selain itu, dengan melakukan papsmear secara teratur, ketika kanker serviks muncul akan segera diketahui dan ditangani, sehingga tingkat keselamatan masih cukup tinggi.
2. Vaksin HPV
Melakukan vaksin HPV untuk mencegah infeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks juga baik dilakukan. Vaksin HPV diketahui sebagai cara paling efektif untuk mencegah kanker serviks. Namun melakukan vaksin saja tak cukup, Anda juga harus menjaga kesehatan diri sendiri.
3. Tidak berganti-ganti pasangan
Salah satu faktor penyebab munculnya kanker serviks adalah melalui infeksi HPV yang ditularkan saat berhubungan seksual. Risiko ini semakin tinggi ketika seseorang sering berganti-ganti pasangan. Terutama mereka yang tak mengetahui ketika pasangan memiliki virus HPV. Untuk itu, setialah pada satu orang dan jangan lakukan hubungan seksual dengan orang lain, selain pasangan Anda.
4. Tak terlalu aktif secara seksual di usia muda
Ada baiknya wanita menunggu untuk melakukan hubungan seksual dan aktif secara seksual. Penelitian mengungkap bahwa wanita yang telah aktif secara seksual di usia yang terlalu muda memiliki risiko terkena kanker serviks yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang menunggu untuk aktif secara seksual di usia yang lebih tua.
5. Gaya hidup sehat
Melakukan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, rajin olahraga, dan mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi juga penting untuk mencegah kanker serviks. Penelitian menunjukkan bahwa perokok wanita memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena kanker serviks.

Khasiat Beras Jepang Bagi Kulit


Beras jepang sejak dahulu digunakan sebagai bahan perawatan kulit, karena mengandung vitamin E yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan beras lokal. Vitamin E berperan sebagai antioksidan, yang melawan gangguan dari luar, serta meregenerasi sel kulit sehingga kulit tampak lebih muda. Bagi kamu yang ingin memiliki kulit lebih muda terawat, dapat menggunakan beras jepang sebagai bahan alami perawatan kulit.
Selain itu, manfaat lain dari beras jepang adalah memutihkan dan mencerahkan kulit. Pemakaian beras jepang secara rutin dan teratur untuk perawatan kulit terbukti dapat membuat kulit lebih cerah dan tampak lebih putih. Nah, bagaimana cara mengolah beras jepang sebagai bahan perawatan kulit? Kita bahas cara-caranya pada artikel ini, yuk!
Cara membuat lulur beras jepang.
Untuk menjadikan beras jepang sebagai bahan perawatan kulit, cara yang paling banyak dilakukan adalah dengan menjadikan beras jepang sebagai bahan lulur. Lulur ini digunakan sebagai pengganti sabun, dan digunakan beberapa kali dalam seminggu. Cara-cara membuat lulur beras jepang adalah sebagai berikut:
  1. Sediakan 2 genggam beras jepang.
    Pertama, sediakan 2 genggam beras jepang. Beras jepang bisa didapatkan di supermarket-supermarket besar. Biasanya dijual dalam kemasan kecil dengan berat 1 – 2 kilogram. Untuk membedakan beras jepang dengan beras lokal, biasanya beras jepang memiliki bulir beras yang lebih besar dan gemuk. Warna berasnya juga lebih cerah.
  2. Rendam beras di dalam air.Rendam beras jepang yang telah disiapkan, ke dalam air selama 2 – 3 hari. Tujuan perendaman ini adalah agar terdapat kandungan air di dalam beras, sehingga lebih mudah diolah.
  3. Tiriskan beras.
    Setelah 2 atau 3 hari, tiriskan beras untuk memisahkan airnya. Diamkan selama setengah hari hingga air benar-benar turun dan tidak membasahi bagian luar beras. Setelah ditiriskan, biasanya beras sudah agak-agak lembab.
  4. Tumbuk beras jepang hingga halus.
    Gunakan alu dan lumpang, atau alat penumbuk bahan yang sering digunakan untuk membuat tepung. Tumbuk beras jepang ini hingga halus seperti tepung.
  5. Ayak hingga didapatkan tepung beras.Ayaklah hasil tumbukan tadi menggunakan ayakan tepung, hingga didapatkan tepung beras jepang yang halus. Sisa-sisa ayakan harus ditumbuk lagi, hingga semua halus.
Cara menggunakan lulur beras jepang.           
  1. Campurkan tepung beras yang sudah selesai diayak, dengan 2 sendok minyak zaitun. Minyak zaitun atau olive oil berkhasiat untuk mengencangkan dan menghaluskan kulit. Selain itu, juga berkhasiat untuk mencegah iritasi dan kekeringan pada kulit.
  2. Tambahkan air hingga didapatkan kekentalan yang diinginkan.
  3. Balurkan ke seluruh tubuh dan wajah, disertai dengan pijatan lembut dengan gerakan memutar.
  4. Diamkan selama 10 – 15 menit, hingga lulur kering di badan. Tujuan membiarkan lulur mengering adalah agar nutrisi dalam beras dapat diserap sempurna oleh kulit.
  5. Setelah lulur mengering, basuh dan bilas dengan air bersih.

Sabtu, 10 Mei 2014

PENYAKIT DIABETES,PENCEGAHAN & PENGOBATANNYA


Penyakit kencing manis atau diabetes adalah suatu keadaan dimana terjadi kadar gula darah melebihi kadar normal, yaitu gula darah puasa >126 mg/dL. Hal ini dapat diakibatkan oleh gangguan produksi insulin dari pankreas ataupun ketidakmampuan insulin untuk bekerja secara maksimal. Insulin berfungsi untuk membawa gula darah masuk ke dalam hati, otot, dan sel lemak. Jika insulin tidak berfungsu, terjadi pemecahan gula dari hati dan otot yang menyebabkan gula darah meningkat.
Pada penderita diabetes, ada gangguan keseimbangan antara transportasi glukosa ke dalam sel, glukosa yang disimpan di hati dan glukosa yang dikeluarkan dari hati. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah meningkat. Kelebihan ini keluar melalui urine.
Oleh karena itu, urine menjadi banyak dan mengandung gula. Penyebab keadaan ini hanya dua. Pertama, pankreas kita tidak mampu lagi memproduksi insulin. Kedua, sel kita tidak memberi respons pada kerja insulin sebagai kunci untuk membuka pintu sel sehingga glukosa tidak padat masuk ke dalam sel.
Gejala penting diabetes adalah polyuria (banyak kencing), polydipsia (banyak minum), polyphagia (banyak makan), namun berat badan menurun.
CARA PENCEGAHAN
1.Mengurangi porsi makan
Mengurangi porsi makan setiap hari bisa menjadi cara terbaik untuk menghindari diabetes.

2.Olahraga
Berolahraga setiap hari membantu menjaga berat badan yang sehat, menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas Anda terhadap insulin. Jadi, berolahragalah setiap hari selama minimal 30 menit untuk menjaga tingkat gula darah dalam rentang normal.

3.Menurunkan berat badan
Berat badan berlebih dapat menjadi memperbesar risiko seseorang terkena diabetes. Jadi, pastikan bahwa Anda dapat menurunkan berat badan dan menjaganya tetap normal.

4.Sarapan sangat penting
Tidak peduli seberapa bencinya Anda pada sarapan, sangat penting untuk sarapan setiap hari. Hal itu membantu mengurangi risiko terkena diabetes. Makan sarapan yang sehat tidak hanya membantu mengontrol nafsu makan, tetapi juga membantu mengontrol konsumsi kalori.

 5.Hindari makanan berlemak
Junk food dan makanan yang biasa Anda beli di jalan umumnya tinggi lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh. Ini pada gilirannya juga dapat mempengaruhi tingkat gula darah dalam tubuh. Jadi, hindari junk food dan makanan berlemak lainnya.

6. Hindari minuman manis
Soda, minuman ringan atau berperasa dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Semua minuman berpemanis merupakan sumber gula yang tak terlihat, yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda.

7. Makan banyak sayuran
Daging memang lezat, namun Anda tidak harus memakannya setiap hari, karena dapat menimbulkan risiko diabetes. Dengan demikian, perbanyak konsumsi sayuran setiap hari. Mereka akan membantu Anda mencegah diabetes.

8. Hindari stres
Stres yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Jadi, kurangi tingkat stres dengan berlatih yoga, meditasi atau latihan pernapasan.

9. Tidur nyenyak
Mendapatkan setidaknya enam jam tidur di malam hari sangat penting untuk mencegah diabetes. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak nyenyak juga bisa membuat nafsu makan menggila.
PENGOBATAN
Sebagian obat ini berupa ramuan dan sebagiab lagi sayuran untuk disantap seperti makanan biasa, namun sangat bermanfaat untuk membantu pengobatan diabetes atau menurunkan kadar gula darah. Berikut adalah beberapa jenis obat diabetes mellitus yang bahannya mudah ditemukan dan bisa diracik sendiri:
• Buncis atau kacang panjang muda, bisa diblender bersama air sampai menjadi jus lalu langsung diminum 3 kali sehari, cocok untuk membantu penurunan kadar gula darah.
• Labu kuning dimasak bersama jahe parut dan pare, bisa direbus atau dikukus, kemudian dimakan seperti biasa.
• Buah pare kukus diblender bersama bubuk kedelai tak bergula dan sedikit gula khusus untuk penderita diabetes, lalu diminum 2 kali sehari.
• Labu kuning dikukus sampai empuk lalu diblender bersama bubuk minuman kedelai rendah lemak dan ditambah sedikit gula khusus untuk penderita diabetes, sampai menjadi semacam susu kocok labu.
• Beberapa siung jahe, sebuah mengkudu, belimbing wuluh dan jamblang direbus lalu disaring, lalu airnya langsung diminum 2 kali sehari.
• Sayur pocai dikukus sebentar lalu langsung diblender bersama air, diminum 3 kali sehari.
• 2 mengkudu langsung diblender dengan air, tambahkan sedikit gula diet khusus penderita diabetes, lalu langsung diminum 2 kali sehari.

Go green technology

http://www.youtube.com/watch?v=ixg7AAqLALQ&feature=youtube_gdata_player